PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MENJADI AGREGAT PADA MORTAR GEOPOLIMER

Mochammad Qomaruddin(1*), Ariyanto Ariyanto(2), Istnianah Istianah(3), Fatimatuz Zahro(4)

(1) Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
(2) Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
(3) Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
(4) Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
(*) Corresponding Author

Abstract

Berbagai jenis plastik susah berkontaminasi dengan tanah yang juga dianggap limbah anorganik, yang sulit hancur dengan sendirinya. Solusi pemanfaatan limbah plastik dapat digunakan sebagai agregat beton. Metode yang digunakan yaitu eksperimental di laboratorium dengan membandingkan mortar geopolimer dan konvensional dalam variasi jumlah agregat plastik substitusi agregat alam. Pengaruh penambahan plastik  Pasta geopolimer menggunakan 3 varian molaritas 8M, 12M, 16M. Hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan nilai kuat tekan tertinggi pada mortar geopolimer 12M dengan penambahan agregat kasar berupa limbah plastik sebanyak 15% pada umur 28 hari dengan dengan hasil kuat tekan sebesar 28,24 MPa. Kuat tekan yang dihasilkan pada mortar konvensional dan mortar geopolimer didapatkan semakin meningkat dengan bertambahnya umur pengujiannya. Pengaruh agregat plastik dapat mengikat lebih baik secara homogen pada mortar geopolimer dibanding dengan mortar konvensional.

Keywords

Agregat plastik, geopolimer, mortar

References

Isnawati, 2015. “Pengaruh Penambahan Agregat Limbah Plastik Terhadap Kuat Tekan Beton”. Skripsi Sarjana Jurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.

Gandjar Pamudji, Nor Intang, Aan Nurur Rahman, 2008. “Pengaruh Pemakaian Bahan Tambah Limbah Plastik Kemasan Air Mineral Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Terik Belah Beton”. Jurnal Dinamika Rekayasa, vol.4, No.1 Februari 2008 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Erwin Rommel, 2013. “Pembuatan Beton Ringan Dari Aggregat Buatan Berbahan Plastik” Jurnal Gamma Vol.9, No.1, Universitas Muhammadiyah Malang.

Deventer, Van, 2005. “The Efect of Aggregate Particle Size on Formation of Geopolymeric Gel”.

Davidovits, Joseph. 2008. Geopolymer: Chemistry & Applications. Saint-Quentin: Institut Geopolymere

Nugraha, Paul dan Antoni. 2007. Teknologi Beton dari Material,Pembuatan, ke Beton Kinerja Tinggi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Nadiah Thayyarah, 2013. Buku Pintar Sains dalam Al Qur'an. Penerbit : Zaman.

ASTM C33-03. 2003. Standard Specification for Concrete Aggregates1

SNI-03-1750-1990. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton. Badan Standarisasi Nasional

ASTM C109 Standard Test Method for Compressive Strength of Hydraulic Cement Mortars (Using 2-in. or [50-mm] Cube Specimens)

SNI 03-2816-1992. “Metode Pengujian Kotoran Organik Dalam Pasir Untuk Campuran Mortar Atau Beton”.

ASTM C618 Standard Specification for Coal Fly Ash and Raw or Calcined Natural Pozzolan for Use in Concrete1

SNI 03-6827-2002. Metode Pengujian Waktu Ikat Awal Semen Portland Dengan Menggunakan Alat Vicat Untuk Pekerjaan Sipil.

SNI 03-1974-1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI 03-2493-1991. Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium. Pusjatan-Balitbang Pekerjaan Umum.

Triwulan, Prasma Wigestika and Januarti Jaya Ekaputri, 2016. “Addition Of Superplasticizer On Geopolymer Concrete” ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences. Vol 11, No.24 ISSN 1819-6608.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.