Kekuatan Tahanan Lateral Sambungan Baut Pada Komposit Kayu-Bambu Laminasi

Nor Intang Setyo Hermanto(1*), Agus Maryoto(2), Dani Nugroho Saputro(3)

(1) Universitas Jenderal Soedirman
(2) Universitas Jenderal Soedirman
(3) Universitas Jenderal Soedirman
(*) Corresponding Author

Abstract

Kayu kualitas tinggi dengan ukuran besar dewasa ini sudah sangat jarang ditemui. Salah satu cara meningkatkan kualitas kayu dengan cara teknik laminasi dan atau dikompositkan dengan bambu. Selain itu, keterbatasan ukuran kayu dan bambu maka diperlukan teknik penyambungan. Sambungan pada kayu memegang peranan sangat penting karena untuk memperoleh dimensi yang dibutuhkan. Alat sambung pada kayu umumnya yaitu baut atau pasak (dowel). Kekuatan sambungan dowel dapat ditentukan dengan teori Europen Yield Model (EYM), yaitu untuk menentukan kekuatan tahanan lateral (Z) akibat gaya aksial berdasarkan mutu dowel, bahan yang disambung dan bentuk geometri sambungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tahanan lateral alat sambung baut pada komposit bambu-kayu. Benda uji dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 150 mm dengan alat sambung baut diameter 5 mm, 10 mm, dan 15 mm dengan persentase bambu adalah 50%. Pengujian tahanan lateral dengan memberikan beban tekan statik pada benda uji sampai runtuh dengan alat Universal Testing Machine (UTM). Hasil eksperimental menunjukkan nilai tahanan lateral sambungan baut 5 mm, 10 mm, dan 15 mm berturut-turut yaitu 12,71 kN; 20,17 kN; dan 25,75 kN. Persentase peningkatan adalah sebesar 58,74 % (diameter 10 mm) dan 102,68 % (diameter 15 mm) terhadap baut diameter 5 mm yang dipengaruhi nilai kuat tumpu kayu-bambu dan kuat leleh baut.

Keywords

Bambu, kayu, kekuatan, komposit, lateral, sambungan

Full Text:

PDF

References

Morisco, 2006. Teknologi Bambu, Bahan Kuliah, Magister Teknologi Bahan Bangunan, PPS UGM Yogyakarta

American Society for Testing and Materials, 2008, Annual Book of ASTM Standards 2008 – Section 4 Volume 04.10 Wood, American Societyfor Testing and Materials.

American Forest and Paper Association (AF & PA), Inc, 2005, National Design Specification for Wood Construction ASD/LRFD, American Forest and Paper Association, Inc.

Approved American National Standard (ANSI). 2015. National Design Specification for Wood Construction (NDS). United States.

Hermanto, N.I.S., Satyarno, I, Sulistyo, D., dan Prayitno, T.A, 2014b. Kekuatan Tahanan Lateral Sambungan Geser Komposit Bambu Laminasi-Beton dengan Variasi Jenis dan Diameter. Prosiding Seminar Nasional ATPW Volume II. ISSN 2301-6752, 18 Juni 2014. Program Diploma Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS Surabaya.

Murtopo, A., Rakhmawati, A., Arnandha, Y., Darajat, A.R., dan Istiqomah, A.P.N., 2022. Tahanan Lateral pada Sistem Komposit LVL Kayu Sengon dan WPC. Jurnal Teknik Sipil, ISSN 0853-2982, Vol. 29 No. 3.

Tantisaputri, IA., Awaludin, A., dan Siswosukarto, S., 2019. Analisa Kekuatan Tahanan Lateral Pada Sistem Kompsiit LVL Kayu Sengon dan Beton Pracetak. Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, E-ISSN 2549-6778, Vol. 25 No. 2

Hermanto, N.I.S., Satyarno, I, Sulistyo, D., dan Prayitno, T.A, 2014a. Sifat Mekanika Bambu Petung Laminasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa. Vol. 10 No. 1 Februari 2014. Fakultas Teknik. Unsoed.

Sadiyo, S., Susanto, D., dan Pratiwi, N.E.S., 2017. Nilai Kekuatan Tumpu Baut pada Empat Jenis Kayu Rakyat Indonesia. Jurnal Teknik Sipil ITB. ISSN 0853-2982 Vol 24. No. 2.

Eratodi, I.G.L.B., Triwiyono, A., dan Awaludin, A., 2014. Tahanan Lateral Bambu Laminasi dengan Konektor Pelat Disisipkan Menggunakan Sambungan Baut. Jurnal. Jurnal Dinamika Rekayasa, ISSN 1858-3075 Vol 10. No. 1.

Suriani, E. 2012. Perilaku Sambungan Komposit Kayu-Beton dengan Alat Sambung Sekrup Kunci terhadap Beban Lateral. Thesis. Universitas Gajah Mada

ASTM, 2003, Standard Test Method for Cyclic (Reversed) Load Test for Shear Resistance of Walls for Buildings, Designation: Vol 405 E 2126 – 02a.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.