Ketersediaan Air Embung untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kawasan Kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran

Zhafran Muhammad Asyam Bustomi(1*), Hendarmawan Hendarmawan(2), Zufialdi Zakaria(3)

(1) Universitas Padjadjaran
(2) Universitas Padjadjaran
(3) Universitas Padjadjaran
(*) Corresponding Author

Abstract

Pengaruh dari pemanasan global salah satunya adalah perubahan pola cuaca. Perubahan tersebut menyebabkan debit sungai pada musim penghujan sangat tinggi sedangkan musim kemarau sangat rendah. Hal tersebut berdampak terhadap kebutuhan air baku dan konsumtif di sekitar kampus tidak terpenuhi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air di sekitar kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah model debit F. J Mock dengan 80% nilai probabilitas debit andalan serta pola perhitungan 15 hari. Hasil menunjukan debit yang masuk ke dalam tampungan tinggi dengan debit terbesar pada fase kedua bulan Februari sebesar 54,68 liter/detik sehingga air yang dikeluarkan di outlet cukup tinggi. Namun sangat rendah ketika masuk pada bulan Juni. Tetapi dengan jumlah cadangan air yang ada dalam tampungan tetap bisa memenuhi kebutuhan air walaupun pada fase kedua bulan september selisih antara volume air didalam tampungan dengan air yang dipakai sangat tipis yaitu selisih 4.500 m3. Dengan demikian, dengan adanya embung ini air yang ditampung pada saat musim hujan bisa memenuhi kebutuhan air di sekitar kampus pada saat musim kemarau dan efektif pula dalam mengurangi resiko banjir di bagian hilir

Keywords

Neraca air, F.J Mock, debit andalan.

References

Ferijal, dkk. 2016. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Debit Andalan Sungai Krueng Aceh. Jurnal Rona Teknik Pertanian : Vol 9, No. 1 April 2016.

Sirait, Maryati. 2018. Analisis Perubahan Kapasitas Simpan Air Pada DAS Krueng Meureubo, Aceh. Jurnal Rona Teknik Pertanian : Vol 11, No. 2 Oktober 2018.

Yakub. 2020. Pembangunan dan penataan embung jatinangor. Bandung : BBWS Citarum (tidak dipublikasikan).

Boers, T. M., & Ben-Asher, J. 1982. A review of rainwater harvesting. Agricultural water management, 5(2), 145-158.

Wang, Y., Xie, Z., Malhi, S. S., Vera, C. L., Zhang, Y., & Wang, J. 2009. Effects of rainfall harvesting and mulching technologies on water use efficiency and crop yield in the semi-arid Loess Plateau, China. Agricultural water management, 96(3), 374-382.

Prinz, D. 2002. The role of water harvesting in alleviating water scarcity in arid areas. In Keynote Lecture, Proceedings, International Conference on Water Resources Management in Arid Regions (pp. 23-27).

Abdo, G. M., & Eldaw, A. K. 2004. Water-harvesting experience in the Arab region. In Water-Harvesting and Artificial Recharge in Arid and Semi-Arid Regions, Regional Workshop, November, 2004, Yazd, Iran (pp. 79-99).

Rockström, J., & Falkenmark, M. 2015. Agriculture: increase water harvesting in Africa. Nature, 519(7543), 283-285.

Said, dan Widayat. 2014. Pengisian air tanah buatan, pemanenan air hujan dan teknologi pengolahan air hujan. Jakarta : BPPT Press.

Dharmayasa & Eratodi. 2016. Analisis dinding penahan tanah dengan pondasi tiang bor (studi kasus tower PLN SUTT 150kv no. 71 di jalan Gatot Subroto Barat Denpasar). Jurnal Dinamika Rekayasa : Vol 12, No. 2 Agustus 2016.

Mock, F.J., 1973, Land Capability Apraisal Indonesia Water Avaitlability Apraisal. Bogor.

Departemen Pekerjaan Umum. 1986. Standar Perencanaan Irigasi KP-01. Direktorat Jenderal Pengairan. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum.

Soemarto,C.D. 1986. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.

Hadisusanto, Nugroho. 2010. Aplikasi Hidrologi. Yogyakarta : Jogja Mediautama.

Soedibyo. 1993. Teknik Bendungan. Jakarta : Pradnya Paramida.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.